• Sabtu, 24/10/2020

MENYELAMATKAN HAK ANAK MELALUI MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA JAYAPURA


Jayapura – TI : Mediator Pengadilan Agama Jayapura (Nur Muhammad Huri, S.HI.) telah berhasil melakukan mediasi perkara gugatan nafkah anak di Pegadilan Agama Jayapura. Mediator melakukan mediasi dengan para pihak pada hari Kamis, 15 Oktober 2020 di ruang Mediasi Pengadilan Agama Jayapura.

Perkara yang Mediasi pada Pengadilan Agama Jayapura yaitu perkara yang diajukan oleh Mantan istri (Penggugat) dengan gugatan nafkah anak, karena mantan suami (Tergugat) lalai memenuhi kebutuhan nafkah kedua anaknya yang masih dibawah umur sejak terjadi perceraian 9 bulan yang lalu. Anak pertama berumur 9 tahun dan anak kedua baru berumur 1 tahun.

Hasil mediasi tersebut, Penggugat dan Tergugat sepakat bahwa anak pertama diasuh oleh orangtua Penggugat yang tinggal di Kabupaten Buton Tengah dan anak kedua diasuh oleh Penggugat sampai anak tersebut mumayyiz / sudah berumur 12 tahun.

Adapun kesepakatan Mediasi antara Penggugat dengan Tergugat berisi :

  1. Tergugat menyatakan bersedia memberikan nafkah untuk anak pertama sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) setiap bulan dikirim / ditransfer melalui orangtua Penggugat, dan nafkah untuk anak kedua sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) setiap bulan dikirim / ditransfer melalui Penggugat paling lambat setiap tanggal 1 di awal bulan.
  2. Tergugat juga menyatakan bersedia dihukum membayar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) per hari jika terlambat memberikan nafkah untuk kedua anak tersebut. Selain kedua hal tersebut, Tergugat bersedia memberikan biaya pendidikan dan kesehatan untuk kedua anak tersebut, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

 

Selanjutnya dalam mediasi, Tergugat menyampaikan :

”Saya tidak berani berjanji, untuk memberi uang dengan jumlah yang besar. Saya hanya bekerja sebagai sopir rental tidak tetap dan kerja serabutan di pasar”, kata mantan suami Penggugat tersebut (15/10) di ruang Mediasi Pengadilan Agama tersebut.

”Saya berjanji akan merawat anak yang hak asuhnya ditetapkan kepada saya dengan sebaik-baiknya” kata Penggugat (15/10) di ruang Mediasi Pengadilan Agama tersebut. Penggugat juga tidak akan menghalangi Tergugat untuk bertemu dengan anaknya tersebut jika Tergugat ingin bertemu. Penggugat dan Tergugat mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkaranya agar menguatkan Kesepakatan perdamaiannya dalam Akta Perdamaian. (Huri_Hakim)

Share MENYELAMATKAN HAK ANAK MELALUI MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA JAYAPURA via
©2017 - 2021 pa-jayapura.go.id, All Rights Reserved