PENGAJUAN DISPENSASI NIKAH DI PENGADILAN AGAMA JAYAPURA MENINGKAT
PENGAJUAN DISPENSASI NIKAH DI PENGADILAN AGAMA JAYAPURA MENINGKAT

Gambar ilustrasi*
Penanganan perkara di Pengadilan Agama Jayapura pada tahun 2020 mengalami penurunan disebabkan pelayanan di Pengadilan Agama Jayapura sempat ditutup sejak akhir bulan Maret 2020 karena adanya pandemi Covid-19, dan sebaliknya perkara Dispensasi Nikah tampak mengalami kenaikan setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (1) undang-Undang tersebut disebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun.
Perkara peceraian yang diterima Pengadilan Agama Jayapura tahun 2019 terdapat 418 perkara, dan yang diterima tahun 2020 sebanyak 378. Perkara perceraian pada tahun 2020 turun sebanyak 40 perkara di banding tahun 2019. Sedangkan perkara dispensasi nikah mengalami kenaikan 5 kali lipat dari tahun sebelumnya. Perkara dispensasi nikah yang diterima tahun 2019 sebanyak 7, sedangkan yang diterima tahun 2020 sebanyak 39.
Kenaikan perkara dispensasi nikah ini disebabkan calon mempelai wanita yang akan menikah sebelumnya tidak perlu mendapat izin nikah dari Pengadilan ketika sudah berusia 16 tahun, setelah berlakunya undang-undang terbaru diatas, calon mempelai wanita yang belum berusia 19 tahun harus mendapat izin nikah telebih dahulu dari Pengadilan.
Secara keseluruhan, perkara yang diterima Pengadilan Agama Jayapura tahun 2020 juga turun sebanyak 91 perkara dibanding perkara yang diterima tahun 2019. Perkara yang terdaftar di tahun 2019 sebanyak 539 dan perkara yang terdaftar di tahun 2020 sebanyak 448.
Perkara Yang Diterima
Tahun 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020
|
PERKARA |
MASUK TAHUN 2016 |
MASUK TAHUN 2017 |
MASUK TAHUN 2018 |
MASUK TAHUN 2019 |
MASUK TAHUN 2020 |
|
GUGATAN |
385 |
379 |
429 |
446 |
390 |
|
PERMOHONAN |
21 |
25 |
81 |
93 |
98 |
|
JUMLAH |
406 |
404 |
510 |
539 |
448 |
Pengadilan Agama Jayapura tahun 2020 telah menangani 537 perkara, yaitu : sisa perkara tahun 2019 sebanyak 49 dan perkara baru yang diterima tahun 2020 sebanyak 488. Dari perkara yang ditangani pada tahun 2020 tersebut, 533 perkara sudah diselesaikan dan tersisa 4 (2 cerai talak dan 2 gugatan harta bersama). Penanganan perkara tahun 2020 mengalami prestasi yang cukup baik, dimana penyelesaian perkara pada akhir tahun 2019 menyisakan 49 perkara, sedangkan penyelesaian perkara pada akhir tahun 2020 menyisakan 4 perkara.
Perkara Di Pengadilan Agama Jayapura Tahun 2020
|
JENIS PERKARA |
SISA PERKARA TAHUN 2019 |
PERKARA BARU TAHUN 2020 |
JUMLAH YANG DIPROSES |
PERKARA YANG SUDAH DISELESAIKAN TAHUN 2020 |
SISA PERKARA TAHUN 2020 |
|
GUGATAN |
48 |
390 |
438 |
434 |
4 |
|
PERMOHONAN |
1 |
98 |
99 |
99 |
0 |
|
JUMLAH |
49 |
488 |
537 |
533 |
4 |
Kemudian dari 533 perkara yang telah diselesaikan Pengadilan Agama Jayapura tahun 2020 tersebut diklasifikasikan jenis perkaranya sebagai berikut :
|
Jenis Perkara |
Jumlah Perkara yang diproses |
Jumlah Perkara yang sudah diselesaikan |
Sisa perkara |
|
Cerai Gugat |
301 |
301 |
0 |
|
Cerai Talak |
124 |
122 |
2 |
|
Dispensasi Kawin |
39 |
39 |
0 |
|
Pengesahan Perkawinan/Istbat Nikah |
30 |
30 |
0 |
|
Asal Usul Anak |
17 |
17 |
0 |
|
P3HP/Penetapan Ahli Waris |
11 |
11 |
0 |
|
Harta Bersama |
8 |
6 |
2 |
|
Izin Poligami |
2 |
2 |
0 |
|
Wali Adhol |
2 |
2 |
0 |
|
Perwalian |
1 |
1 |
0 |
|
Nafkah Anak Oleh Ibu karena Ayah tidak mampu |
1 |
1 |
0 |
|
Kewarisan (gugugatan Waris) |
1 |
1 |
0 |
|
Jumlah |
537 |
533 |
4 |
Perkara cerai yang diajukan istri (cerai gugat) pada tahun 2020 jumlahnya hampir 2,5 kali lipat dari daripada perkara cerai yang diajukan suami (cerai talak). Ini disebabkan karena pihak suami banyak yang kurang bertanggungjawab dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, suami pergi meninggalkan istri, dan suami melakukan KDRT kepada istri. Akibat permasalahan tersebut, mengakibatkan terjadi perselisihan dan pertengkaran antara suami istri yang sudah tidak dapat dirukunkan kembali.
Pada tahun 2020 ini, Pengadilan Agama Jayapura telah menerbitkan Akta Cerai untuk mantan pasangan suami istri sebanyak 323. Penyebab terjadinya cerai yang telah diselesaikan Pengadilan Agama Jayapura tahun 2020 dirangking berdasarkan factor penyebabnya adalah sebagai berikut :
- Terjadi peselisihan dan pertengkaran terus menerus antara suami istri, sebanyak 240 perkara.
- Suami / istri meninggalkan pihak yang lain, sebanyak 72 perkara.
- Masalah ekonomi, sebanyak 20 perkara.
- Adanya KDRT, sebanyak 7 perkara.
- Salahsatu pihak telah Murtad, sebanyak 6 perkara.
- Sering mabuk, sebanyak 5 perkar
- Sering main judi, sebanyak 2 perkara.
- Dihukum penjara lebih dari 5 tahun, sebanyak 1 perkara.
Menyikapi data penyebab terjadinya perceraian diatas, setiap pasangan suami istri memang harus berusaha melakukan yang terbaik kepada pasangan hidupnya masing-masing agar dapat meminimalisir timbulnya masalah yang muncul dalam keluarga, agar tercapai tujuan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah,
*gambar ilustrasi didownload dari https://www.popmagz.com/ada-cerita-nikah-muda-dari-jendela-smp-dilaporkan-kpai-ke-kpi-27357/
Penulis
TIM IT PA.Jpr







