FILOSOFI NASU LEKKU DAN BURAS
FILOSOFI NASU LEKKU DAN BURAS
Jayapura.go.id. Pada hari Jumat, 5 Maret 2021, setelah pelaksanaan kerja bakti, seluruh Pegawai Pengadilan Agama Jayapura berkumpul di lobby lantai 2, menikmati menu sarapan pagi “Nasu Lekku (Ayam Lengkuas)” menu ini disiapkan oleh Hj. Warni salah satu hakim yang bertugas di Pengadilan Agama Jayapura sebagai bentuk dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya.
Hj. Warni menjelaskan Nasu Lekku merupakan makanan khas suku bugis yang biasa disantap dengan buras dan tumbuk, dengan bahan utama ayam kampung yang dibumbui dengan berbagai macam rempah sehingga rasanya sangat sedap. Dari formulasi rempah yang braneka ragam ini Hj. Warni berharap Semua pegawai di Pengadilan Agama Jayapura ini harus bisa mengambil hikmah dari filosofi Nasu Leku. Latar belakang pegawai yang berbeda suku, usia dan asalnya, ketika bisa bersatu, berinteraksi dan bekerjsama dengan baik akan menghasilkan interaksi dikantor yang harmonis dan bisa meningkatan kinerja yang optimal bagi satker”.

Dia juga menjelaskan bahwa pegawai disini juga harus mengambil hikmah dari filosofi buras, dimana pembuatan makanan yang satu ini memerlukan waktu lama agar menghasilkan makanan yang enak, awet (tahan lama) dan enak serta bisa disantap / disandingkan dengan menu makanan yang lainnya. Oleh karenanya, untuk menghasilkan pegawai Pengadilan Agama Jayapura yang SDM-nya berkualitas, tangguh dan mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan, maka setiap pegawai di Pengadilan Agama Jayapura harus siap ditempa melalui proses yang berliku dan panjang supaya melahirkan pegawai yang mempunyai SDM unggul. (NMH)







